Rabu, 24 November 2010

guru bukanlah penghias alam, tetapi pembentuk manusia.


Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu
Engkau bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Lagu ini untukmu wahai guruku. Seperti diungkapakan dalam lagu diatas engkaulah patriot tanpa tanda jasa. Dalam memperingati Hari Guru Nasional yang di peringati setiap tanggal 25 November ini sangat berarti. Bagaimana tidak, gurulah yang menjadikan kita dari kecil kita yang belum bisa membaca sampai kita dapat membaca dengan lancar. Jadi kita harus menghormati guru walaupun dalam keadaan yang sangat sulit untuk kita dapat menghormatinya.

Seperti yang terjadi di SMAN 4 Pekalongan pada hari kamis, 25 November 2010. para siswa dengan hikmat memperingati Hari Guru Nasional sebagai penghoramatan terhadap jasa guru selama ini. Dalam acara ini terdapat acara penganugerahan guru terfavorit di SMAN 4 Pekalongan. Anugerah sebagai guru terfavorit diraih oleh Pak Suhadi. Ini adalah penganugerahan berdasarkan hasil poling menurut para siswa kelas XII IPS yang menunjuk PAK Suhadi sebagai guru terfavorit di sekolah tersebut.

Apakah anda tahu? Bahwa setelah jepang digempur oleh tentara sekutu pada PD II. Kaisar Hirohito tidak menanyakan berapa banyak tentara yang tersisa. Ia justru menanyakan berapa banayak guru yang tersisa. Begitu pula ndengan negarawan Vietnam, Ho Chi Minh (1890-1969) yang berkata bahwa “ no teacher, no education”, atau “tanpa guru, tidka ada pendidikan”. Dan presiden pertama NKRI, Ir. Soekarno pada 21 november 1945 menyatakan bahwa guru bukanlah penghias alam, tetapi pembentuk manusia.

Kutipan diatas sudah sangat jelas menjelaskan tentang jasa para guru yang sangatlah di butuhkan oleh suatu bangsa terutama bangsa Indonesia. Hal ini bersangkutan dengan nasib para guru di Indonesia terutama profesionalisme guru .Ada tiga faktor yang cukup penting, mengenai profesionalisme guru yaitu kompetensi guru, sertifikasi guru, dan tunjangan profesi guru. Namun dari hasil sertifikasi guru, persoalan yang muncul adalah guru yang telah disertifikasi dan mendapatkan tunjangan profesi, tampaknya sulit untuk dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

sebuah puisi untuk sang pahlawan tanpa tanda jasa:

Pahlawan Kebodohan

guruku...!
hidupku buta tanpamu
hidupku bodoh kehilanganmu
hidupku penuh cemooh andai engkau tiada

sajak untukmu
walau tiada rupawan membaca
sajak penuh keluguan
sajak penuh kerendahan
hanya untukmu

harum bunga dunia
tak seharum ilmu
ilmu terindah dalam nafas
atlantik membentang
tak seluas pengorbananmu

engkau bermahkotakan embun
embun penyejuk hati
penyejuk disaat pikiran layu

langit tersenyum untukmu
hari terbangun dari gelap mimpi
terbelenggu gelap kebodohan
kau bebaskan dengan An-Nur

ALLAH jangan engkau sakiti mereka
jagalah mereka ya Rabb
seperti mereka menjaga saya
berilah kesabaran untuk mereka
seperti kesabaran Ulul Azmi
berikan untuk mereka kesehatan
hingga ujung waktunya. (M. Royan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar